Dear Love

DSC_0526[1]

Sometimes you have to be apart from people you love, but that doesn’t make you love them any less. Sometimes you love them more.”

Nicholas Sparks, The Last Song

Dear Love,

Apa kabarmu hari ini? Apakah kau sudah sampai ke tempat tujuanmu? Apakah kau sehat?

Hari ini, aku menghabiskan waktu bersama teman-temanku. Beruntungnya aku, karena salah satu temanku dari Argentina datang ke Bali sehingga aku punya teman untuk mengobrol dan menghabiskan waktu… melupakan sejenak masalahku.

Hufh… aku hanya belum puas melihatmu. Aku belum puas melepas rasa rindu ini. 4 bulan aku tidak melihatmu dan aku harus membayarnya dalam waktu sekitar 4 jam dalam 2 hari untuk melihatmu. Sangat singkat tapi aku juga tidak tahu harus bagaimana menahan waktu agar aku bisa melihatmu lebih lama…

Apakah kau tahu, hal yang aku inginkan (atau mungkin butuhkan) adalah melihatmu. Itu saja. Duduk bersamamu selama mungkin. Melihatmu bekerja, melihatmu sibuk, melihatmu makan… Apapun yang kau kerjakan. Selain melihatmu merokok tentunya :-). Namun, kenyataannya berbeda. Dan yang paling berbekas adalah kata-kata yang kau ucapkan.. Kata-kata yang benar adanya tapi sulit aku terima…

Entahlah.. Maybe because everything has changed to be 180 degree? Aku tidak menyangka kau akan mengatakan itu.. Aku tidak menyangka, bahwa obrolan yang kita lakukan akan membuang-buang waktumu.. Aku tidak menyangka bahwa selama ini, akulah yang salah karena telah percaya bahwa kaulah orang itu. Kaulah laki-laki terakhir yang akan ada di hidupku… Aku terlalu percaya sampai-sampai aku tidak perduli berapa kali kau tegaskan bahwa ” I do not love you” !

Fool me.. Fool me because I follow my heart and never want to listen my brain! Even until now, aku masih mendengarkan hatiku.. bukankah itu bodoh? Aku tidak tahu berapa kali lagi aku ingin mendengar kau mengatakan bahwa kau tidak mencintaiku.

Mungkin aku masih belum terima, karena aku masih hidup di masa lalu. Aku masih membaca chat kita dimana kau masih peduli.. No matter how busy you are, kau pasti sempatkan waktu membalas chatku.. Kau sempatkan waktu untuk meminum obat disaat kau sakit. Kau sempatkan waktu untuk mengatakan “good night  and sweet dreams”. Aku masih hidup pada saat itu.. Dan ku tidak mau beranjak dari sana.

Kau bilang pada saat itu “there is never a sure thing in life, you know that.. In life nothing is certain. You care about me but lets see how long”… Dan aku berkata bahwa aku akan selalu peduli padamu. selalu.. Tapi sekarang, aku bisa melihat. You proved your statement.

Aku tidak mau bicara banyak pada waktu kau di sini. Aku hanya ingin mendengarmu bicara. Aku kawatir apabila aku berbicara, air mataku akan jatuh. Aku diam juga karena aku ingin menguatkan diriku. Bahkan pada saat kau berkata “If you want to say something to me, say it now”.. Aku tidak bisa berkata apa-apa. Karena aku tahu jawabannya akan sama dan bahkan akan menyakitimu… Aku ingin sekali mengatakan bahwa aku mencintaimu secara langsung sehingga kau bisa mendengarnya. Tapi tidak… Aku memilih tidak mengatakannya. Sebaiknya diam.

Love, maafkan aku  karena hingga saat ini, aku masih mencintaimu. Aku tidak tahu sampai kapan. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.. Meskipun kau mengatakannya berkali kali bahwa kau tidak mencintaiku, aku tetap percaya dan merasakan bahwa kau mencintaiku.  Maafkan aku..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *